Dasar Keimanan Yesus Adalah Rasa Benci – Menurut Bible

WASPADA AJARAN KRISTENISASI.
Dasar keimanan Yesus adalah rasa benci Menurut Bible.LUKAS: 14:26 “Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku.

dari perkataan Yesus sudah jelas ajaran kristenisasi harus membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri jika ingin menjadi Murid Yesus.buat orang kristiani, sadarkah jika ayat lukas ini merupakan penistaan dan pelecehan terhadap yesus.?? jikalau yesus membawa ajaran kasih, tak mungkin yesus berkata seperti itu.
Maka sadarlah wahai para pengikut paulus jika ALKITAB tidak terbukti Firman Tuhan, maka buanglah jauh-jauh DOGMA KRISTENISASI yg menyatakan “ALKITAB TIDAK BISA MENYELAMATKAN, HANYA YESUS YG BISA MENYELAMATKAN”. :Dketahuilah kepada seluruh Dunia bahwa hanya islam yang terbukti benar. Sebuah Kitab yg benar-benar dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam soalan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman. Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun.Maha Benar Allah Berfirman didalam Kitab Suci AlQur’an:

أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا

Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. An-Nisaa’:82.

إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًۭا لَّهُ ٱلدِّينَ

Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya.” (QS. AZ-ZUMAR:2)

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Maidah:3)

WALLAHU ‘ALAM.
Semoga Bermanfaat.

WASPADA AJARAN KRISTENISASI.<br /><br /> Dasar keimanan Yesus adalah rasa benci Menurut Bible.</p><br /> <p>LUKAS: 14:26 "Jikalau seorang datang kepada-Ku dan ia tidak membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri, ia tidak dapat menjadi murid-Ku. </p><br /> <p>dari perkataan Yesus sudah jelas ajaran kristenisasi harus membenci bapanya, ibunya, isterinya, anak-anaknya, saudara-saudaranya laki-laki atau perempuan, bahkan nyawanya sendiri jika ingin menjadi Murid Yesus. </p><br /> <p>buat orang kristiani, sadarkah jika ayat lukas ini merupakan penistaan dan pelecehan terhadap yesus.?? jikalau yesus membawa ajaran kasih, tak mungkin yesus berkata seperti itu.<br /><br /> Maka sadarlah wahai para pengikut paulus jika ALKITAB tidak terbukti Firman Tuhan, maka buanglah jauh-jauh DOGMA KRISTENISASI yg menyatakan "ALKITAB TIDAK BISA MENYELAMATKAN, HANYA YESUS YG BISA MENYELAMATKAN". :D</p><br /> <p>ketahuilah kepada seluruh Dunia bahwa hanya islam yang terbukti benar. Sebuah Kitab yg benar-benar dari ALLAH, harus berani dihadapkan dengan segala macam soalan, segala zaman, segala segi, segala sisi, dari sudut manapun & harus sepanjang zaman. Dari segi Sastra, matematika, astronomi, sains, tata negara, muamalat, ekonomi, Kode-kode angka, jumlah surah, jumlah ayat, jumlah kalimat, jumlah huruf, segala ilmu, segala abad, sejak penciptaan alam semesta, masa lalu, masa kini, masa depan, sehingga masa kiamat & kehidupan setelah kiamat sekalipun.</p><br /> <p>Maha Benar Allah Berfirman didalam Kitab Suci AlQur'an:</p><br /> <p>أَفَلَا يَتَدَبَّرُونَ الْقُرْآنَ وَلَوْ كَانَ مِنْ عِنْدِ غَيْرِ اللَّهِ لَوَجَدُوا فِيهِ اخْتِلَافًا كَثِيرًا</p><br /> <p>Maka apakah mereka tidak memperhatikan Al Quran? Kalau kiranya Al Quran itu bukan dari sisi Allah, tentulah mereka mendapat pertentangan yang banyak di dalamnya. QS. An-Nisaa':82.</p><br /> <p>إِنَّآ أَنزَلْنَآ إِلَيْكَ ٱلْكِتَبَ بِٱلْحَقِّ فَٱعْبُدِ ٱللَّهَ مُخْلِصًۭا لَّهُ ٱلدِّينَ</p><br /> <p>Sesungguhnya Kami menurunkan kepadamu Kitab (Al quran) dengan (membawa) kebenaran. Maka sembahlah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya." (QS. AZ-ZUMAR:2)</p><br /> <p>الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا فَمَنِ اضْطُرَّ فِي مَخْمَصَةٍ غَيْرَ مُتَجَانِفٍ لِإِثْمٍ فَإِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ</p><br /> <p>Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridhai Islam itu jadi agama bagimu. Maka barangsiapa terpaksa karena kelaparan tanpa sengaja berbuat dosa, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.(QS. Al-Maidah:3) </p><br /> <p>WALLAHU 'ALAM.<br /><br /> Semoga Bermanfaat.
Posted in bedah injil, kristologi | Tagged , | Leave a comment

Pastur Albertus Soegija Bukan Pahlawan – Film

PERINGATI HARI PAHLAWAN KOK PUTAR FILM ANTEK BELANDA?

Oleh : Joko Prasetyo

Upaya meminggirkan peran umat Islam dalam mengusir penjajah terus dilakukan oleh kelompok sepilis (sekularis, pluralis dan liberalis). Salah satunya dengan menayangkan film kontroversial Soegija di stasiun televisi Indosiar pukul 20.00 WIB  tepat di Hari Pahlawan 10 Nopember 2012.

Menurut Sejarawan Tian Anwar Bachtiar, televisi tersebut memang sengaja ingin mengangkat isu pluralisme sehingga ditayangkanlah film yang menceritakan kisah Pastur Albertus Soegija yang melawan Jepang. “Untuk memperlihatkan bahwa pahlawan itu bukan hanya Islam,” ujarnya kepada mediaumat.com, Ahad (11/11) melalui telepon seluler.

Sebetulnya orang-orang Sepilis selama ini kan susah kalau mau cari pahlawan dari kalangan Kristen. “Kecuali setelah kemerdekaan, sebelum kemerdekaan kan tidak ada,” ungkapnya.

Soegija melawan pun itu hanya kepada Jepang. Karena di zaman Jepang tidak ada orang Kristen yang tidak memusuhi Jepang. Karena Jepang menganggap Kristen itu mata-matanya Belanda, sehingga tidak pernah berpihak kepada orang Kristen.

Jadi kalau Soegija melawan Jepang itu tidak heroik. “Lantaran selama jadi pastur, Soegija digaji oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat Jepang datang, semua fasilitas bagi gereja dihapus, termasuk gaji para pastur dan biaya untuk gereja,”  bebernya.

Selama menjajah Indonesia, lanjut Tiar, Belanda membiayai semua jenis missi dan zending. Terlebih saat Partai Katolik menjadi pemenang di Parlemen Belanda. Karena itu, dalam sejarahnya, karena misi dan zending dibiayai pemerintah kolonial, tidak pernah tercatat ada pastur yang memberontak melawan Belanda.

Menurut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini, Soegija berasal bukan dari keluarga Katolik, akhirnya memeluk Katolik setelah memasuki sekolah guru di Muntilan, asuhan Pater van Lith. Waktu masuk Muntilan, Soegija menyatakan dia ingin sekolah, tak mau jadi Katolik, tetapi pada tanggal 24 Desember 1909 Soegija dibaptis. Kemudian, “mengikuti jejak gurunya, dalam mewartakan Kristen,” ungkapnya.

Sedangkan Tiar berpendapat film ini terlalu menonjolkan sisi-sisi yang dianggap heroik dan kemanusiaan, sementara sisi yang lain seperti perselingkuhan misi Kristen dengan pemerintah Belanda tidak diangkat ke permukaan.

Memang itu hak dari orang-orang Katolik yang ingin menonjolkan perannya di negeri ini. lagi pula, Soegija memang sudah dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia.”Namun kalau lihat sepak terjang Soegija, untuk disebut sebagai pahlawan dalam pengertian yang sesungguhnya, masih perlu diperdebatkan,” kritiknya.

Akan tetapi, ia berpesan, jangan karena film ini masyarakat sengaja dilupakan akan fakta bahwa kristenisasi di negeri ini adalah salah satu buah dari kolonialisme Spanyol, Portugis, dan Belanda.  “Soal bagaimana penilaian, itu tergantung dai sudut pandang mana orang menilai. yang penting fakta sejarah jangan ada yang ditutupi,” tutupnya.

Sejarah secara gamlang dan terang benderang memperlihatkan pahlawan yang sesungguhnya untuk melawan dan mengusir penjajah hanyalah para ulama dan kaum Muslimin. Bahkan pertempuran melawan penjajah Inggris di Surabaya pada 10 Nopember 1945 terjadi lantaran adanya resolusi jihad dari KH Hasyim Asy’ari yang saat itu berada di Surabaya.

“Bagi tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak (bersenjata ataoe tidak) yang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari Soerabaja, Fardloe ‘Ain hukumnya untuk berperang  melawan moesoeh oentoek membela Soerabaja..”

Seruan jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari pada 9 November 1945 itu dengan cepat menyebar ke berbagai daerah yang berjarak sekitar 94 km dari Surabaya. Para kyai, santri, satuan-satuan dari barisan Hizbullah dan Sabilillah berbondong-bondong ke Surabaya, bergabung dengan pasukan TKR Kota Surabaya, PRI, BPRI, TKR Laut, TKR Pelajar, Polisi Istimewa, Barisan Buruh, dan warga Kota Surabaya untuk menyambut serangan umum pasukan Inggris di bawah Mayor Jenderal E.C.Mansergh pada 10 November 1945.

Kalau mau fair, harusnya pertempuran 10 Nopember itulah yang harusnya dijadikan film dan ditayangkan. Ini kok malah Soegija yang nyata-nyata menjadi antek Belanda.

________________________________________________________________

“Sampaikanlah walaupun hanya satu ayat”
Jika ikhwan wa akhwat fiLLAH meyakini adanya kebenaran di dalam tulisan dan fans page ini, serta ingin meraih amal shaleh, maka sampaikanlah kepada saudaramu yang lain. Bagikan (share) tulisan/gambar ini kepada teman-teman facebook yang lain dan mohon bantuannya untuk mengajak teman-teman anda sebanyak mungkin di KOMUNITAS RINDU SYARIAH & KHILAFAH, agar syiar kebaikan dapat LEBIH TERSEBAR LUAS DI BUMI INI....

fans page KOMUNITAS RINDU SYARIAH & KHILAFAH
http://www.facebook.com/SyariahKhilafah

twitter KOMUNITAS RINDU SYARIAH & KHILAFAH
https://twitter.com/spirit4khilafa

Ikhwan wa akhwat fiLLAH juga bisa mentag pada gambar ini....
________________________________________________________________

Saudaraku Kaum Muslimin yang dirahmati Allah SWT, bergabunglah bersama HIZBUT TAHRIR dan bersama kita mendakwahkan Islam, berdakwah mengajak kaum muslim hidup dalam tatananan syariah Islam dalam semua sendi kehidupan, dan berjuang agar diterapkannya Syariah Islam dan Khilafah Islamiyah, Karena Allah SWT.

Jika Saudara/i ingin bergabung, bisa melayangkan pesan berupa nama asli, alamat, dan no.telp yang bisa dihubungi pada inbox fan page serta tulis juga motivasi anda ingin memperjuangkan Syariah dan Khilafah. 
________________________________________________________________

Jazaakumullah Khairan wa Syukron Katsiiran 'Alaa Husni Ihtimaamikum.

post : kak | 11:00
PERINGATI HARI PAHLAWAN KOK PUTAR FILM ANTEK BELANDA?

Upaya meminggirkan peran umat Islam dalam mengusir penjajah terus dilakukan oleh kelompok sepilis (sekularis, pluralis dan liberalis). Salah satunya dengan menayangkan film kontroversial Soegija di stasiun televisi Indosiar pukul 20.00 WIB tepat di Hari Pahlawan 10 Nopember 2012.

Menurut Sejarawan Tian Anwar Bachtiar, televisi tersebut memang sengaja ingin mengangkat isu pluralisme sehingga ditayangkanlah film yang menceritakan kisah Pastur Albertus Soegija yang melawan Jepang. “Untuk memperlihatkan bahwa pahlawan itu bukan hanya Islam,” ujarnya kepada mediaumat.com, Ahad (11/11) melalui telepon seluler.

Sebetulnya orang-orang Sepilis selama ini kan susah kalau mau cari pahlawan dari kalangan Kristen. “Kecuali setelah kemerdekaan, sebelum kemerdekaan kan tidak ada,” ungkapnya.

Soegija melawan pun itu hanya kepada Jepang. Karena di zaman Jepang tidak ada orang Kristen yang tidak memusuhi Jepang. Karena Jepang menganggap Kristen itu mata-matanya Belanda, sehingga tidak pernah berpihak kepada orang Kristen.

Jadi kalau Soegija melawan Jepang itu tidak heroik. “Lantaran selama jadi pastur, Soegija digaji oleh pemerintah Hindia Belanda. Saat Jepang datang, semua fasilitas bagi gereja dihapus, termasuk gaji para pastur dan biaya untuk gereja,” bebernya.

Selama menjajah Indonesia, lanjut Tiar, Belanda membiayai semua jenis missi dan zending. Terlebih saat Partai Katolik menjadi pemenang di Parlemen Belanda. Karena itu, dalam sejarahnya, karena misi dan zending dibiayai pemerintah kolonial, tidak pernah tercatat ada pastur yang memberontak melawan Belanda.

Menurut Ketua Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia (DDII) Adian Husaini, Soegija berasal bukan dari keluarga Katolik, akhirnya memeluk Katolik setelah memasuki sekolah guru di Muntilan, asuhan Pater van Lith. Waktu masuk Muntilan, Soegija menyatakan dia ingin sekolah, tak mau jadi Katolik, tetapi pada tanggal 24 Desember 1909 Soegija dibaptis. Kemudian, “mengikuti jejak gurunya, dalam mewartakan Kristen,” ungkapnya.

Sedangkan Tiar berpendapat film ini terlalu menonjolkan sisi-sisi yang dianggap heroik dan kemanusiaan, sementara sisi yang lain seperti perselingkuhan misi Kristen dengan pemerintah Belanda tidak diangkat ke permukaan.

Memang itu hak dari orang-orang Katolik yang ingin menonjolkan perannya di negeri ini. lagi pula, Soegija memang sudah dinobatkan sebagai pahlawan Indonesia.”Namun kalau lihat sepak terjang Soegija, untuk disebut sebagai pahlawan dalam pengertian yang sesungguhnya, masih perlu diperdebatkan,” kritiknya.

Akan tetapi, ia berpesan, jangan karena film ini masyarakat sengaja dilupakan akan fakta bahwa kristenisasi di negeri ini adalah salah satu buah dari kolonialisme Spanyol, Portugis, dan Belanda. “Soal bagaimana penilaian, itu tergantung dai sudut pandang mana orang menilai. yang penting fakta sejarah jangan ada yang ditutupi,” tutupnya.

Sejarah secara gamlang dan terang benderang memperlihatkan pahlawan yang sesungguhnya untuk melawan dan mengusir penjajah hanyalah para ulama dan kaum Muslimin. Bahkan pertempuran melawan penjajah Inggris di Surabaya pada 10 Nopember 1945 terjadi lantaran adanya resolusi jihad dari KH Hasyim Asy’ari yang saat itu berada di Surabaya.

“Bagi tiap-tiap orang Islam, laki-laki, perempoean, anak-anak (bersenjata ataoe tidak) yang berada dalam djarak lingkaran 94 km dari Soerabaja, Fardloe ‘Ain hukumnya untuk berperang melawan moesoeh oentoek membela Soerabaja..”

Seruan jihad yang disampaikan KH Hasyim Asy’ari pada 9 November 1945 itu dengan cepat menyebar ke berbagai daerah yang berjarak sekitar 94 km dari Surabaya. Para kyai, santri, satuan-satuan dari barisan Hizbullah dan Sabilillah berbondong-bondong ke Surabaya, bergabung dengan pasukan TKR Kota Surabaya, PRI, BPRI, TKR Laut, TKR Pelajar, Polisi Istimewa, Barisan Buruh, dan warga Kota Surabaya untuk menyambut serangan umum pasukan Inggris di bawah Mayor Jenderal E.C.Mansergh pada 10 November 1945.

Kalau mau fair, harusnya pertempuran 10 Nopember itulah yang harusnya dijadikan film dan ditayangkan. Ini kok malah Soegija yang nyata-nyata menjadi antek Belanda.

Oleh : Joko Prasetyo
Posted in konspirasi, sejarah | Tagged , | Leave a comment